Angus Whitley-Bloomberg News
Bloomberg, Qantas Airways Ltd. digugat para pengacara yang membela para penumpang yang dirugikan karena maskapai utama Australia tersebut gagal mengembalikan uang konsumen atas penerbangan yang dibatalkan selama pandemi dan secara ilegal memperoleh keuntungan dengan mempertahankan miliaran dolar uang pelanggan.
Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Federal minggu lalu oleh Echo Law, Qantas hanya mengganti kerugian dengan kredit penerbangan dengan syarat perjalanan yang ketat, maskapai penerbangan Australia ini juga memperkaya dirinya sendiri dengan pendanaan tanpa bunga atas biaya pelanggan. Gugatan tersebut sudah disampaikan ke pihak Qantas, tetapi maskapai yang berbasis di Sydney tidak merespon permintaan untuk menanggapi gugatan tersebut.
Kata salah satu mitra hukum Echo, Andrew Paull, tarif perjalanan telah melonjak sejak pembatasan perjalan Covid dilonggarkan, memaksa pelanggan membayar lebih dari nilai kredit mereka untuk penerbangan baru. Maskapai ini telah memberikan tekanan kepada para penumpang untuk menebus vouchernya atau kehilangan kredit secara keseluruhan, tambah Paull.
Gugatan ini dilakukan untuk meminta pengembalian uang untuk semua kredit yang tersisa dan kompensasi atas tahun-tahun di mana para pelanggan mengalami kerugian.
Klaim ini memunculkan pertanyaan tentang fungsi dan legalitas kredit perjalanan yang masih tertinggal dalam laporan keuangan maskapai penerbangan di seluruh dunia. Qantas dijadwalkan akan melaporkan laba tahunan minggu ini setelah permintaan untuk perjalanan meningkat setelah pandemi.
Qantas mengakumulasi sekitar A$2 miliar (US$1.3 miliar) dalam kredit perjalanan terkait Covid. Bulan lalu, maskapai ini mendorong penumpang untuk menggunakan sisa A$400 juta kredit yang tersisa, dengan menawarkan dua kali lipat jumlah biasa poin loyalitas untuk pemesanan yang dilakukan dengan voucher sebelum akhir Juli.
(bbn)