Bloomberg Technoz, Jakarta – Akhir pekan ini, Sabtu (19/8/2023), permasalahan polusi udara masih menghantui negara ini. Bahkan, Jakarta hari ini kembali bertengger di posisi teratas sebagai kota berkualitas udara terburuk di dunia.
Berdasarkan pemeringkatan IQ Air per Sabtu pagi, pukul 10:00, indeks kualitas udara Jakarta mencapai 156. Capaian itu terburuk di dunia, mengungguli Lahore, Pakistan di posisi kedua dengan 139 dan Baghdad, Irak di posisi ketiga dengan 134.
Kualitas udara Jakarta pada hari ini, menurut IQ Air, masih berada di level “tidak sehat”. Adapun, konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini telah meningkat 13,2 kali lipat dari panduan kualitas udara tahunan dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), particulate matter atau PM2.5 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar Beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µm/m3).
DPR sebelumnya berencana memulai masa sidang I periode 2023—2024 dengan membentuk Panitia Kerja (Panja) Polusi Udara Jakarta. Hal ini diusulkan dan dibentuk Komisi IV DPR yang akan segera memanggil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Pada masa sidang ini dimulai, saya punya inisiatif dan akan mengajak teman-teman Komisi IV untuk bikin Panja untuk polusi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Anggia Erma Rini seperti dikutip dari situs jejaring resmi DPR, medio pekan ini.
Menurut dia, permasalahan polusi udara Jakarta menjadi isu yang perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Dia menilai, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan dan solusi yang tepat.
“Itu [polusi udara] menjadi perhatian banget ya di Komisi IV juga akan menjadi perhatian," kata Anggia.
DPR menilai, masalah polusi udara tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah kementerian, lembaga negara, dan pemangku kepentingan lainnya harus bekerja sama untuk bisa mengurangi angka polusi di Ibu Kota.
"Polusi udara ini bikin enggak sehat, anak-anak juga. Kita mempertaruhkan banyak hal kalau misalnya kita abai terhadap kondisi polusi itu,” kata Politikus PKB tersebut.
(wdh)