Logo Bloomberg Technoz

Nguyen Dieu Tu Uyen dan Mai Ngoc Chau - Bloomberg Technoz

Bloomberg, Pemerintah Vietnam mempercepat upaya untuk membantu dunia bisnis mengakses pinjaman karena kinerja ekspor yang melambat. Hal ini menjadi hambatan bagi ekonomi negara ini yang bergantung pada perdagangan. Jika dibiarkan terus-menerus maka akan bisa membahayakan target pertumbuhan negara tahun ini.

Pertumbuhan kredit Vietnam pada 2023 hingga 9 Agustus mencapai 4,3%, jauh di bawah target pemerintah setahun penuh sebesar 14% -15%, berdasarkan data di situs web pemerintah. 

Pemerintah mendesak bank sentral untuk segera menerapkan solusi efektif untuk meningkatkan aksesibilitas pinjaman bank untuk bisnis, kata pernyataan yang di-posting di situs web kabinet. Pemerintah mengarahkan regulator untuk terus memerintahkan bank-bank komersial memangkas biaya pinjaman.

Vietnam mungkin akan kehilangan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5% tahun ini karena penurunan permintaan global akan barang-barang telah memukul pabrik-pabrik di negara ini yang memproduksi aneka barang seperti sepatu kets hingga ponsel pintar. Sementara produk domestik bruto dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan Juni naik 4,14% dari tahun sebelumnya.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengatakan bahwa pemerintah bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sekitar 9% pada paruh kedua tahun ini untuk memenuhi target setahun penuh.

Dia mengatakan akan mengarahkan sumber keuangan pemerintah, kementerian keuangan dan lembaga-lembaga lain, untuk membantu membuat pinjaman lebih terjangkau bagi bisnis. Pham Minh Chinh dan pejabat pemerintah lainnya juga telah menyerukan penurunan suku bunga acuan untuk membantu perekonomian di tengah melambatnya inflasi.

Meskipun Bank Sentral atau State Bank of Vietnam telah memangkas suku bunga empat kali tahun ini, otoritas moneter masih ragu-ragu untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut, dengan alasan adanya kekhawatiran akan kredit macet yang pada akhirnya dapat mengancam stabilitas keuangan negara.

Setahun sebelumnya, pertumbuhan kredit Vietnam untuk periode Januari-Juli mencapai 9,55%, menurut data di situs web bank sentral. Untuk periode Januari-Agustus 2022, pertumbuhan kredit mencapai 9,98%.

Pemerintah juga meminta Kementerian Keuangan untuk mempertimbangkan proposal keringanan pajak lebih lanjut, mempercepat pengembalian pajak pertambahan nilai untuk bisnis dan bekerja pada langkah-langkah untuk meringankan krisis obligasi korporasi, menurut pernyataan tersebut.

Perusahaan-perusahaan Vietnam terutama para pengembang properti telah berjuang untuk mendapatkan pinjaman, menjual obligasi dan mengumpulkan dana, yang menyebabkan proyek-proyek ditangguhkan. Krisis ini dimulai tahun lalu setelah para pejabat menindak penerbitan obligasi korporat menyusul tuduhan-tuduhan aktivitas ilegal, yang memicu pembekuan penerbitan baru secara tiba-tiba. 

(bbn)

No more pages