Bloomberg News
Bloomberg, Bank-bank China melaporkan tren penurunan jumlah pinjaman bulanan terkecil sejak 2009. Ini menunjukkan belum ada momentum pemulihan ekomoni di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China mengatakan pada Jumat (11/8/2023) bahwa aggregate financing, yang menjadi ukuran besaran nilai kredit, berada di angka 528,2 miliar yuan. Angka tersebut kurang dari setengah proyeksi rata-rata di angka 1,1 triliun yang disurvei oleh ekonom Bloomberg, dan dibandingkan dengan 779 miliar yuan pada bulan yang sama tahun lalu.
Institusi keuangan menawarkan pinjaman baru senilai 345,9 miliar yuan pada bulan tersebut, yang juga jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 780 miliar yuan dan dibandingkan dengan 679 miliar yuan tahun lalu.

"Ini adalah sebuah kekecewaan besar, yang membuktikan status pemulihan ekonomi di China yang rapuh," kata Kiyong Seong ahli strategi makro Asia di Societe Generale. Kemungkinan PBOC melakukan pelonggaran lebih lanjut dalam waktu dekat dapat meningkat.
Juli biasanya merupakan bulan yang lemah untuk aktivitas pembiayaan, dengan bank tidak terburu-buru untuk memenuhi target pinjaman mereka di awal kuartal. Bulan ini juga dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun lalu yang sangat lemah untuk pinjaman, ketika boikot hipotek yang meluas mencengkeram negara dan pandemi meredam permintaan kredit.
Jatuhnya tingkat pinjaman merupakan pertanda lain dari permintaan yang lemah dalam perekonomian China. Berdasarkan data awal pekan ini, indeks harga konsumen (IHK) dan indeks harga produsen (IHP) turun pada Juli dari tahun lalu, sementara ekspor menurun lebih dari proyeksi.
Sementara kondisi ini meningkatkan kasus untuk lebih banyak stimulus moneter, Bank Sentral China ditahan oleh sejumlah faktor. Di antaranya termasuk yuan yang melemah dan risiko stabilitas keuangan, mengingat tingkat utang yang tinggi dalam perekonomian.
--Dengan asistensi dari Wenjin Lv.
(bbn)