Logo Bloomberg Technoz

LOGAM DASAR

Kena El Niño, Smelter Nikel Sulawesi Belum Umumkan Force Majeure

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 September 2026 09:50

Kawasan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Kawasan industri nikel di Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memastikan belum terdapat perusahaan pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di wilayah Sulawesi yang mengumumkan kondisi kahar atau force majeure, di tengah penurunan produksi gegara fenomena El Niño.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah mengamini mendapatkan laporkan sejumlah smelter nikel terdampak langsung fenomena El Niño, sebab air sangat dibutuhkan dalam proses operasional fasilitas rotary kiln electric furnace (RKEF) dan high pressure acid leaching (HPAL).

Kendati begitu, Arif menyatakan FINI belum memiliki estimasi penurunan volume produksi smelter nikel gegara fenomena El Niño. Penyebabnya, masing-masing smelter memiliki tingkatan dampak yang berbeda, dipengaruhi lokasi hingga kebutuhan air.


“Sepengetahuan saya belum ada perusahaan yang mengumumkan secara resmi force majeure akibat kondisi kekeringan ini,” kata Arif kepada Bloomberg Technoz, Jumat (25/9/2026).

Ilustrasi pabrik feronikel (dok PT Aneka Tambang Persero)

Lebih lanjut, Arif mencatat kondisi kekeringan tersebut utamanya terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi dan Maluku Utara.