Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga Bitcoin dalam sepekan masih bergerak mendatar dengan rentang perdagangan US$28.590–US$30.045. Pergerakan yang mendatar tersebut ditengarai karena wait and see terhadap serangkaian data makro ekonomi Amerika Serikat yang akan terbit pada pekan ini.
Saat tulisan ini dibuat, Bitcoin tengah parkir pada level US$29.171 dengan hanya berhasil mencatatkan kenaikan 0,48% dalam 3 hari terakhir perdagangan. Kapitalisasi pasar Bitcoin juga stabil pada kisaran US$567 miliar atau sekitar Rp1,16 triliun.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha memaparkan, AS akan merilis data inflasi Juli pada Kamis (10/8/2023) mendatang yang akan menunjukkan apakah inflasi kembali melandai. Saat ini para pelaku pasar meyakini bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) hampir mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang agresif.
Kemudian pada Jumat (11/8/2023), AS akan merilis data Indeks Harga Produsen (IHP) untuk Juli, dengan harga produsen inti diproyeksikan akan naik 2,3% dari tahun sebelumnya. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) AS diproyeksikan mengalami kenaikan menjadi 3,3%.
“Angka yang lebih rendah akan membuat pembuat kebijakan yaitu The Federal Reserve akan mempertimbangkan untuk menunda menaikkan suku bunga pada pertemuan FOMC September mendatang setelah kenaikan seperempat poin persentase bulan lalu,” kata Panji.
Pelaku pasar, investor serta trader aset kripto menanti pergerakan impulsif yang berpotensi menentukan tren selanjutnya. Hal tersebut tercermin dari Fear and Greed Index yang menunjukkan masih berada pada level Neutral, berada pada area level 49-54 sepanjang satu minggu terakhir.
Kemudian, dalam tren jangka waktu lebih panjang, sentimen yang akan dicermati pasar aset kripto pada semester II-2023 adalah perkembangan lebih lanjut tentang Ethereum.
Di mana peningkatan Ethereum pada tahap selanjutnya adalah pembaruan Cancun-Deneb (Juga dikenal sebagai Dencun) yang akan meningkatkan skalabilitas dan keamanan jaringan Ethereum. Peneliti Alex Stokes dari Ethereum Foundation memproyeksikan pembaruan ini akan terjadi pada Oktober 2023.
Panji menyebut, kabar ini telah menunjukan bahwa Ethereum masih terus berkembang dan berpotensi membawa utilitas teknologi Blockchain ke tingkat penggunaan yang lebih luas.
“Didukung juga Ethereum merupakan Altcoin dengan marketcap terbesar yaitu US$219 miliar dengan dominasi atas keseluruhan pasar aset kripto sebesar 18,89% memperkuat posisi Ethereum sebagai salah satu aset kripto yang potensial di masa depan,” papar Panji.
Sentimen dari industri, PayPal yang merupakan salah satu perusahaan pembayaran terbesar di AS telah meluncurkan Stablecoin yang dipatok ke USD untuk pelanggan ritel. Token digital baru PayPal USD atau PYUSD dikembangkan dalam kemitraan Paypal dengan Paxos.
Menariknya, peluncuran Stablecoin yang dilakukan oleh Paypal berpotensi akan berdampak secara luas kedepannya. Diikuti oleh adopsi token-token digital di seluruh dunia, juga didukung pergeseran menuju mata uang digital yang membutuhkan instrumen stabil yang asli secara digital dan mudah terhubung ke mata uang fiat seperti dolar.
Menyusul tren yang sama dengan Bitcoin, pergerakan Ethereum (ETH) juga melandai dalam 24 jam. Dengan minus 0,23% dan sepekan hanya turun 22% menjadi US$1.828,53.
Dogecoin DOGE milik Elon Musk juga tengah dalam tren yang datar. Dengan mencatatkan kontraksi 1,50% dalam 24 jam terakhir menjadi US$0,07345.
(fad/frg)