Craig Stirling - Bloomberg News
Bloomberg, Produksi industri Jerman turun untuk kedua kalinya berturut-turut di Juni 2023, yang semakin menghambat perbaikan ekonomi negara yang dipimpin Kanselir Olaf Scholz ini usai hampir berhasil keluar dari resesi di awal tahun ini.
Menurut Badan Statistik Jerman, produksi industri turun 1,5% dari bulan Mei lalu, dipimpin oleh produksi mobil dan konstruksi. Lebih besar dari prediksi median dalam surveri Bloomberg terhadap para ekonom di mana penurunannya 0,5%. Indeks output menunjukkan level terendah sejak Desember 2022.
Pabrik-pabrik di Jerman menunjukkan kelesuan yang berkepanjangan setelah dipicu menurunnya permintaan dari China, kekurangan pekerja, kebijakan moneter yang lebih ketat, dan dampak yang berkepanjangan dari krisis energi tahun lalu.

Hal ini membebani perekonomian Jerman secara keseluruhan, membuat Jerman satu-satunya negara G-7 yang mengalami kontraksi ekonomi. Jerman diketahui mengalami stagnasi selama kuartal kedua setelah resesi di musim dingin.
"Turnaround (putar haluan) masih belum terlihat," kata Ralph Wiechers kepala ekonom VDMA dalam sebuah laporan pekan lalu, yang menunjukkan penurunan besar dalam pesanan manufaktur pada Juni jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan produksi juga terjadi di Prancis dan Spanyol yang menunjukkan output industri yang lebih rendah selama bulan tersebut. Dari empat negara zona euro dengan ekonomi terbesar, hanya Italia yang mengalami peningkatan. Peningkatan itu terutama disebabkan oleh produksi kendaraan.
Bagi para pejabat di Bank Sentral Eropa, laporan itu akan menjadi bukti kemunduran ekonomi zona euro yang telah mereka amati dalam memutuskan suku bunga pekan lalu.
Para pembuat kebijakan belum memberi sinyal apakah berniat menjalankan kebijakan moneter yang lebih ketat lagi pada pertemuan bulan September mendatang atau menghentikannya.

Ada sedikit bukti bahwa penurunan di sektor industri Jerman telah berakhir. Sementara pesanan pabrik melonjak di angka yang lebih banyak dalam tiga tahun terakhir pada Juni lalu, hal itu hanya menutupi penurunan yang lebih besar pada Maret.
Prospek pabrik-pabrik Jerman tetap suram di tengah berlanjutnya kabar buruk dari China. Menurut data PMI (Purchasing Managers Index) Jerman, aktivitas ekonomi di sana kehilangan lebih banyak tenaga pada Juli karena manufaktur kembali berkontraksi.
Sementara prospek perusahaan beragam, beberapa menunjukkan adanya penurunan. Pada Kamis (3/8/2023) misalnya, saham Infineon Technologies AG anjlok setelah prospek margin kuartal keempat meleset dari perkiraan. Pembuat chip asal Jerman itu juga mengatakan biaya telah meningkat.
Pemerintah Jerman telah memberi peringatan pada para pemilih terkait tantangan ekonomi yang tengah dihadapi negara, yang diprediksi akan berlangsung selama bertahun-tahun. Jawaban mereka saat ini adalah dengan meningkatkan pengeluaran.
Menurut sumber yang mengetahui rencana itu, pada Rabu (9/8/2023) mendatang, Kanselir Olaf Scholz dan kabinetnya akan menyetujui tambahan 20 miliar euro hingga dana 200 miliar untuk perlindungan terkait iklim dan investasi dalam produksi semikonduktor.
--Dengan asistensi dari Joel Rinneby dan Kristian Siedenburg.
(bbn)