Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara turun pada perdagangan perdana Agustus. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini anjlok nyaris 7%.
Pada Selasa (1/8/2023), harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 135/ton. Berkurang 1,68% dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Selama sepekan terakhir, harga batu bara masih naik 0,75%. Namun selama sebulan ke belakang, harga jatuh 6,9%.
Koreksi yang sudah parah itu membuat harga batu bara berpeluang bangkit. Bahkan potensi kenaikannya tidak main-main, bisa cukup tinggi.
Secara teknikal, target kenaikan terdekat ada di US$ 161,23/ton. Jika tertembus, maka harga bisa lanjut naik menuju US$ 180,06/ton.
Target paling optimistis, harga bisa menyentuh US$ 281,75/ton.
Secara fundamental, kenaikan harga batu bara ditopang oleh tingginya permintaan, terutama di China. Mengutip Bloomberg News, produsen baja di China sudah mendapat izin dari pemerintah untuk berinvestasi senilai US$ 100 miliar selama 2,5 tahun terakhir.
Pabrik baja adalah konsumen batu bara yang besar, selain pembangkit listrik. Industri ini menyumbang 7% dari emisi karbon dan China memproduksi lebih dari separuh pasokan baja dunia.
(aji)