Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan kemarin, Senin (31/7/2023), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau dengan mencatatkan kenaikan 31,13 poin atau 0,45% ke posisi 6.931,36.
Tidak searah dengan penguatan yang terjadi dengan IHSG, investor asing justru melangsungkan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp1,47 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Pada pasar reguler, investor asing juga mencatatkan net sell Rp63,88 miliar.

Investor asing tercatat net sell saham terbanyak pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp199,39 miliar. Meskipun terjadi net sell yang begitu masif, saham BBCA menetap tidak bergerak pada harga Rp9.125/saham.
Berikut 10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing selama perdagangan Senin (31/7/2023):
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp199,39 miliar
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp116,48 miliar
3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp110,44 miliar
4. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp54,31 miliar
5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp51,60 miliar
6. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp50,09 miliar
7. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp30,39 miliar
8. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp28,19 miliar
9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp20,48 miliar
10. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp17,91 miliar
Di sisi lain, investor asing tercatat beli bersih (net buy) saham terbanyak pada saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp277,73 miliar. Adapun secara pergerakan, saham ASII ikut menguat 3,39% ke harga Rp6.850/saham.

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi oleh investor asing selama perdagangan Senin (31/7/2023):
1. PT Astra International Tbk (ASII) Rp277,73 miliar
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp181,84 miliar
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp69,36 miliar
4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp51,29 miliar
5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp38,54 miliar
6. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp23,45 miliar
7. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) Rp21,93 miliar
8. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp19,76 miliar
9. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp17,22 miliar
10. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp16,65 miliar
(fad/frg)