Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat kenaikan laba hingga 34,1% menjadi Rp1,27 triliun sepanjang semester I 2023. 

Kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan Fee-based yang naik 25,6% menjadi Rp1,10 triliun dari Rp872 miliar dari pendapatan fees transaksi Global Market yang melonjak sebesar 239,3% menjadi Rp182 miliar dari Rp54 miliar tahun sebelumnya.

Kendati demikian, perseroan hanya mampu membukukan pertumbuhan kredit hingga 2,9% menjadi Rp109,97 triliun dampak pelemahan ekonomi.

Maybank mencatat kredit CFS Ritel dan Non-ritel tumbuh 7,2% menjadi Rp69,42 triliun dari Rp64,73 triliun, didukung pertumbuhan kredit CFS Ritel yang signifikan sebesar 15,4% menjadi Rp41,49 triliun dari Rp35,95 triliun. Peningkatan kredit CFS Ritel tersebut didukung oleh pertumbuhan pembiayaan otomotif anak perusahaan sebesar 25,8% untuk kredit kendaraan roda dua dan 28,0% untuk kendaraan roda empat, serta pertumbuhan bisnis Kartu Kredit & KTA sebesar 21,8% dan KPR sebesar 1,8%.

"Selama semester pertama 2023, perusahaan mengambil langkah konservatif untuk menyeimbangkan portofolio kredit non-ritel serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit guna menjalin komitmen jangka panjang dengan nasabah," ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, Senin (31/7).

Pada periode yang sama, total simpanan nasabah Maybank Indonesia mencapai Rp110,38 triliun, turun 1,1% dari Rp111,66 triliun, disebabkan terutama oleh simpanan CASA yang turun 2,7%. 

Rasio Non Performing Loan/NPL konsolidasian tercatat membaik menjadi 3,3% (gross) dan 2,2% (net) pada Juni 2023 dari 3,5% (gross) dan 2,6% (net) pada Juni 2022.

Maybank Indonesia mencatat biaya overhead naik 6,4% menjadi Rp2,94 triliun sehubungan dengan langkah Bank dalam mengintensifikasikan pengembangan sumber daya manusia.

(evs)

TAG

No more pages