Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga batu bara kembali stagnan. Ini menjadi stagnasi selama 2 hari beruntun.
Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 134/ton. Sama seperti hari sebelumnya. Harga batu bara juga ditutup stagnan pada 26 Juli.
Namun, tren harga si batu hitam masih positif. Dalam seminggu terakhir, harga naik 1,52% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 4,77%.
Mengutip laporan International Energy Agency (IEA), tren positif ini kemungkinan bisa berlanjut. Pasalnya, permintaan akan batu bara masih tinggi.
Tahun lalu, permintaan batu bara naik 3,3% ke rekor tertinggi yaitu 8,3 juta ton. Tahun ini, permintaan diperkirakan masih berada di level tersebut.
“Permintaan masih tinggi, terutama di Asia. Bahkan setelah beberapa negara mempercepat penggunaan energi terbarukan,” tulis Keisuke Sadamori, Director of Energy Markets and Security IEA, sebagaimana diberitakan Bloomberg News.
Secara teknikal, potensi kenaikan harga batu bara memang terbuka. Target kenaikan terdekat ada di US$ 136,19/ton. Jika tertembus, maka ada peluang menuju US$ 158,42/ton.
Target paling optimistis ada di US$ 244,74/ton.

(aji)