Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) akan melaksanakan aksi Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau Rights Issue dengan tujuan akan digunakan untuk pembelian aset dan modal kerja, senilai maksimal Rp 403,6 miliar, dalam rangka mencapai minimal modal inti Rp 3 triliun,.
Berdasarkan keterangan resmi perseroan yang diterbitkan pada Bursa Efek Indonesia Jumat (3/2/2023), Bank milik Lippo Group ini akan menggelar PMHMETD II dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 681 juta saham baru. Harga pelaksanaan Rp 592 setiap saham dengan nilai nominal Rp 100. Penerbitan saham baru ini sekitar 12,9% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II.
PMI selaku pemegang saham NOBU akan melaksanakan sebagian HMETD dengan sebanyak-banyaknya 59 juta saham dengan maksimal anggaran Rp 35 miliar. PMI tidak mengalihkan sisa HMETD yang dimiliki kepada pihak lain.
Usai rights issue PMI akan tetap menjadi pemegang saham pengendali NOBU. PMI masih memiliki 1.158.121.621 saham, atau 22,36% dari keseluruhan modal dan ditempatkan dan disetor NOBU. Apabila seluruh pemegang HMETD tidak menyerap maka saham akan dijatahkan secara proporsional.
Bertindak sebagai pembeli siaga adalah PT Star Pacific Tbk (LPLI). Star Pacific akan membeli seluruh sisa saham rights issue dengan hargayang sama Rp 592/lembar. Star Pacific menyiapkan dana maksimal Rp 368 miliar dan maksimal saham 621.621.621 lembar. Adapun, pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi sahamnya, maka akan terdilusi jumlah kepemilikan sahamnya sampai dengan maksimal 12,90%.
Dari seluruh dana yang berhasil terkumpul, NOBU ini akan menggunakan sebesar Rp 368 miliar untuk pembelian aset berupa Gedung Graha Lippo yang dimiliki oleh LPLI, sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan berupa penyaluran kredit kepada nasabah.
Adapun, Rights Issue NOBU akan diselenggarakan pada jadwal:
Tanggal Efektif pada 1 Februari 2023. Cum Date HMETD pasar reguler, dan negosiasi pada 9 Februari 2023, untuk pasar tunai pada 13 Februari 2023. Ex Date HMETD pasar reguler, dan negosiasi pada 10 Februari 2023, dan untuk transaksi pada pasar tunai 14 Februari 2023
Tanggal terakhir pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak HMETD pada 13 Februari 2023. Distribusi HMETD pada 14 Februari 2023, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Februari 2023. Periode perdagangan, pelaksanaan termasuk pendaftaran, pemesanan, dan pembayaran HMETD pada 15-17, dan 20-21 Februari 2023. Penyerahan saham hasil HMETD pada 17 dan 20-23 Februari 2023.
Tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan pada 23 Februari 2023. Penjatahan efek tambahan pada 24 Februari 2023. Pembayaran penuh oleh pembeli siaga pada 27 Februari 2023. Pengembalian uang pesanan, dan masa distribusi saham hasil penjatahan pada 28 Februari 2023.
(fad/wep)