Bloomberg Technoz, Jakarta - Induk perusahaan fintech peer-to-peer atau pinjol (P2P lending) Akseleran, PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk, memutuskan untuk membatalkan rencana initial public offering (IPO). Sebelumnya, Akseleran berencana menggelar pencatatan atau listing di Bursa Efek Indonesia pada 9 Agustus mendatang.
Dalam keterangan resminya, Akseleran mengaku pembatalan IPO disebabkan karena ketiadaan strategic investor yang tepat. Perseroan membutuhkan waktu yang lebih panjang guna mendapatkan strategic investor yang tepat yang dapat mendukung perusahaan ke depannya.
"Namun demikian, dikarenakan kondisi pasar saat ini, dibutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mendapatkan strategic investor yang tepat yang dapat mendukung perusahaan ke depannya. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan menunda IPO sementara waktu," tulis fact sheet yang disampaikan secara resmi oleh Akseleran, Rabu (26/7/2023).
Sebelumnya PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (Akseleran) berencana menggelar initial public offering (IPO) meskipun perusahaan masih mencatatkan rugi hinggga saat ini. Akumulasi rugi yang dicatatkan mencapai Rp128,67 miliar dari sejak berdiri hingga 31 Januari 2023.
Berdasarkan prospektus yang disampaikan oleh calon emiten berkode AKSL ini, perseroan akan menawarkan 2,98 miliar saham baru atau setara 29% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Setiap saham baru ditawarkan pada harga Rp100 sampai Rp120 sehingga perseroan berpeluang meraih dana Rp298 miliar sampai Rp356 miliar. Hal ini setara dengan valuasi Rp1,06 triliun sampai Rp1,27 triliun pasca IPO.
Bersamaan dengan IPO, Akseleran akan menerbitkan 298,84 juta Waran Seri I dengan rincian setiap pemegang 10 saham IPO akan mendapatkan 1 waran yang dapat dilaksanakan menjadi saham baru dengan harga pelaksanaan Rp120 hingga Rp150. Dari penerbitan waran ini, perusahaan dapat menyerap maksimal Rp44,82 miliar.
Meski demikian, target valuasi Akseleran cukup tinggi dibandingkan dengan laporan keuangan 2022 maupun Januari 2023. Pada akhir Januari 2023, perseroan mencatatkan total aset Rp118,54 miliar dengan ekuitas Rp46,14 miliar. Akseleran juga mencatatkan liabilitas senilai Rp72,29 miliar.
Bila dirinci, ekuitas start up ini selalu tergerus akibat rugi yang terjadi bertahun-tahun. Pada 2020, Akseleran mencatatkan rugi Rp54,71 miliar, lalu 2021 sebesar Rp30,39 miliar dan 2022 sebesar Rp22,48 miliar. Bahkan pada Januari 2023, perseroan juga mencatatkan rugi tahun berjalan Rp4,35 miliar. Akumulasi rugi tercatat Rp128,67 miliar
(dba)