Bloomberg Technoz, Jakarta-Pakar perencana keuangan, Rista Zwestika Reni, mengungkapkan dana darurat menjadi hal penting. Apalagi saat menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, ancaman resesi global, dan pemutusan hubungan kerja yang marak terjadi.
“Risiko datang ke kehidupan kita tanpa permisi dan kita harus siap menghadapi risiko apapun dengan melakukan perencanaan keuangan dan punya dana darurat,” kata Rista dalam konferensi pers peluncuran Deposito Jago Syariah oleh Bank Jago, Kamis (2/2/2023).
Rista menjelaskan salah satu instrumen yang tepat untuk menyimpan dana darurat ialah deposito mengingat tingkat likuiditasnya yang tinggi. “Risiko itu kita tidak tahu kapan datangnya, jadi kita butuh instrumen investasi yang likuiditasnya tinggi,” kata Rista.
Ia melanjutkan investasi melalui deposito cenderung mudah dijangkau dan dicairkan, namun uang yang disimpan juga tetap dapat bertumbuh. Selain itu, fleksibilitas tenor deposito dapat dipilih sesuai kebutuhan. Deposito pun relatif aman bagi orang yang baru akan berinvestasi.
“Deposito ini bisa untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Ini adalah salah satu benefit-nya. Untuk orang yang belum paham ilmu investasi yang tingkatnya tinggi, gunakanlah instrumen yang aman, salah satunya melalui deposito,” tambahnya.
Menurut Rista, seringkali investor baru hanya berorientasi pada keuntungan yang cepat tanpa mempertimbangkan adanya proses dan risiko dalam instrumen investasi.
Sebelum menentukan investasi, perencanaan keuangan menjadi proses yang sangat penting. Bisa memulainya dengan menentukan skala prioritas dalam anggaran dana yang dimiliki.
“Kewajiban diutamakan, baru kebutuhan dan keinginan. Utang itu tidak boleh lebih 30% dari pendapatan kita setiap bulannya. Selanjutnya, kita memikirkan mitigasi risiko seperti dana darurat dan asuransi, kemudian baru memikirkan investasi berdasarkan jangka pendek, menengah, dan panjang,” Rista menjelaskan.
Selain itu, penting untuk memiliki tujuan keuangan yang jelas sebelum memilih instrumen investasi. Patut dicatat, setiap instrumen tujuannya masing-masing.
Langkah selanjutnya tentukan berapa target dan jangka waktu investasi, serta jumlahnya setiap bulan.
“Terakhir, baru kita lihat apakah cocok instrumen investasi ini untuk mempercepat tujuan keuangan kita, karena instrumen investasi itu merupakan kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan,” ujar Rista.
(tar/wep)