Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perusahaan rintisan (startup) motor listrik MAKA Motors menerimaa pendanaan tahap awal (Seed Funding) US$ 37,6 juta atau Rp 563 miliar. 

Putaran pendanaan ini dipimpin bersama oleh AC Ventures, East Ventures, dan SV Investment dari Korea Selatan. Investasi ini merupakan salah satu pendanaan awal dengan jumlah terbesar di Asia Tenggara untuk startup perangkat keras (hardware).

Putaran pendanaan ini juga diikuti oleh investor strategis lainnya termasuk Northstar Group, Provident, AlfaCorp, Skystar Capital, Peak XV Partners (sebelumnya dikenal sebagai Sequoia India dan SEA), Openspace Ventures, Shinhan Venture Investment, BEENEXT, Kinesys Group, dan M Venture Partners ( MVP).

Dengan pendanaan ini, MAKA Motors akan memperluas dan melanjutkan operasional serta fasilitas penelitian dan pengembangannya untuk mempercepat produksi sepeda motor listrik. Produk massal pertama MAKA Motors saat ini sedang dalam tahap pilot project dan akan siap diluncurkan tahun depan. MAKA Motors juga akan membangun pabriknya di Jawa Barat mulai akhir tahun ini. 

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan investor yang memahami dan mendukung pendekatan R&D-first kami. Tidak seperti kebanyakan kompetitor kami, MAKA Motors melakukan proses R&D secara in-house dan lokal, sehingga kami memiliki kontrol atas rantai pasok (supply chain), user insight, dan pada akhirnya atas efisiensi biaya dalam upaya kami membawa solusi inovatif yang memenuhi kebutuhan unik pengendara Indonesia,” ujar Founder dan Chief Executive Officer MAKA Motors Raditya Wibowo dalam keterangan resmi, Kamis (20/6).

MAKA Motors didirikan pada 2021 oleh mantan petinggi Gojek, Raditya Wibowo dan Arief Fadillah. Keduanya melihat adanya peluang yang belum terjawab di sektor kendaraan roda dua listrik di Indonesia, yaitu produk yang kompetitif dengan motor bensin dari sisi jarak tempuh, tenaga, fitur, daya tahan, dan harga jual. Menjawab peluang tersebut, MAKA Motors pun melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) selama dua tahun terakhir.

“Sejak awal berdiri, kami sangat fokus di proses R&D internal; mulai dari merekrut talent terbaik dengan pengalaman kerja di berbagai perusahaan global di Indonesia, Jepang, dan Jerman; sampai bekerja sama dengan engineering partner dan supplier kelas dunia,” tambah Co-Founder & Chief Technology Officer MAKA Motors Arief Fadillah.

Managing Partner di SV Investment, David Junghun Bang, mengatakan industri kendaraan listrik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di Asia Tenggara. 

"Sektor kendaraan listrik masih berada pada tahap yang sangat awal di Indonesia, namun kami melihat sektor tersebut akan berkembang pesat dalam waktu dekat, didukung oleh inisiatif pemerintah dan pemain terkemuka seperti MAKA Motors," ujar David.

(evs)

No more pages