Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) bergerak turun sepanjang tahun ini. Koreksinya menjadi yang paling tajam di antaranya emiten sekelompoknya (peers).
Hari ini, Kamis (13/7/2023) pukul 09:32 WIB, saham BTPS dibanderol Rp 2.140/unit. Anjlok 1,38% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 26 Juni.
Sejak awal tahun (year-to-date), saham BTPS jatuh 23,29%. Kinerja saham BTPS menjadi yang paling lemah di antara emiten bank syariah lain.
Secara year-to-date, harga saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 12,01%. Harga saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) malah melonjak masing-masing 4,76% dan 34,11%.
Salah satu hal yang menjadi sentimen negatif bagi BTPS adalah kinerja perseroan. BTPS mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross mencapai sebesar 3% pada kuartal I-2023. Meningkat signifikan dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat 2,41%.
Ada Peluang Bangkit
Akan tetapi, ada peluang harga saham BTPS bisa bangkit. Secara teknikal, target resisten terdekat ada di Rp 2.168/unit. Jika tertembus, maka target paling optimistis ada di Rp 2.504/unit.

Mengutip data Bloomberg, konsensus pasar juga masih berpihak kepada BTPS. Dari 14 analis, 9 di antaranya (64,3%) masih merekomendasikan buy. Kemudian 5 analis (35,7%) memberi rekomendasi hold, dan tidak ada yang menyarankan sell.
Dalam 12 bulan ke depan, konsensus target harga BTPS ada di Rp 2.875,5/unit. Artinya, ada potensi naik 34,4% dari posisi saat ini.
Target harga paling tinggi diperkirakan oleh Credit Suisse, yang bisa mencapai Rp 4.000. Bahkan lembaga ini memberikan rekomendasi outperform untuk saham BTPS.
Sementara target terendah datang dari Citi, yakni Rp 2.200. Meski begitu, Citi tetap memberikan rekomendasi neutral.

(aji)