Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hari yang cerah untuk nilai tukar rupiah hari ini setelah kepercayaan diri pelaku pasar perlahan mulai bangkit tecermin dari kembali naiknya animo di pasar surat utang negara. Nilai rupiah berpeluang melanjutkan penguatan di tengah penantian pasar atas data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis nanti malam dan data penjualan ritel Indonesia hari ini.

Membuka perdagangan hari ini (12/7/2023), nilai tukar rupiah berhasil melesat ke kisaran Rp15.083/US$ mencerminkan penguatan 57 bps. Harga dolar AS bahkan sempat ke level Rp15.079/US$ pada pukul 09.29 WIB.

Penguatan rupiah hari ini melanjutkan capaian Selasa kemarin di mana pairing USD/IDR ditutup di Rp15.140/US$, setelah nilai rupiah mengalami tekanan beruntun empat hari berturut-turut. Walau sentimen eksternal terkait arah bunga acuan Federal Reserve masih akan menjadi pemberat, akan tetapi pelaku pasar terlihat sudah mulai menyesuaikan ekspektasi. Ditambah kepercayaan terhadap peluang pemulihan ekonomi China menyusul stimulus yang dirilis oleh pemerintah Tiongkok untuk mendukung kebangkitan pertumbuhan negeri itu.

Kepercayaan pelaku pasar terhadap fundamental makroekonomi RI juga masih terjaga dengan kembali naiknya nilai penawaran yang masuk dalam lelang SUN yang digelar kemarin. Nilai incoming bids meningkat 27% walau masih di bawah level tertinggi sepanjang tahun. 

Di pasar derivatif, kontrak 1 minggu dan 1 bulan Non-Deliverable Forward (NDF) untuk pairing USD/IDR tercatat melemah, memberi sinyal akan terjadinya penguatan nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini.

Secara teknikal nilai rupiah hari ini juga berpotensi melanjutkan penguatan, setelah kemarin terjadi pembalikan arah (Rebound). Target terdekat rupiah menuju area level Rp15.094/US$ sebagai resistance krusial. Adapun jika sukses tembus resistance tersebut, berpotensi melanjutkan ke Rp15.038/US$.

Apabila nilai rupiah kembali melemah dalam tren jangka pendek, support terdekat pada level Rp15.224/US$ dan support selanjutnya pada level Rp15.270/US$.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Rabu 12 Juli (Divisi Riset Bloomberg Technoz)

-- dengan bantuan analisis teknikal M. Julian Fadli.

(rui)

No more pages