Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Perdagangan menargetkan transaksi potensi ekspor produk lokal dalam pergelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 mencapai US$11 miliar (sekitar Rp167,13 triliun) atau naik 10% dari realisasi pada ajang yang sama tahun lalu.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, pada TEI 2022, total transaksi yang dihimpun Indonesia mencapai US$15,83 miliar. Adapun, untuk tahun ini, TEI akan digelar secara hibrida (daring dan luring), sehingga target kenaikan transaksi sebesar 10% diharapkan lebih mudah tercapai.
Untuk tahun ini, kata Zulkifli, produk unggulan ekspor Indonesia akan dibagi menjadi tujuh zona dalam TEI ke-38 tahun ini. Mereka a.l. makanan dan minuman; perabot rumah tangga; digital dan layanan; kecantikan dan perawatan; kimia, energi, dan produk industri; peralatan medis dan kesehatan; serta fesyen, tekstil, dan aksesori.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih tinggi dari pencapaian potensi transaksi tahun lalu. Kami berterima kasih atas kerja sama tahun lalu dari para duta besar RI yang mendatangkan calon pembeli, badan-badan usaha milik negara, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, pemerintah daerah yang telah mengirim UMKM terbaik mereka ke TEI, dan para pelaku usaha,” kata Zulkifli dalam siaran pers, Senin (10/7/2023).
Untuk tahun ini, pameran produk Indonesia terbesar itu ditargetkan dapat menggaet 1.200 peserta, 25.000 pengunjung tatap muka, dan 33.000 pengunjung daring.
Zulkifli mengeklaim, dalam TEI ke-38, Kemendag memfasilitasi lebih banyak kesempatan eksportir Indonesia bertemu dengan calon pembeli mancanegara.
“Akan terdapat kegiatan dalam bentuk business matching, business counseling, dan seminar internasional yang akan membahas kebijakan perdagangan serta tren pasar.” ujarnya.
Dia pun mengimbau agar eksportir yang terlibat di ajang tersebut lebih membuka diri terhadap peluang di negara-negara tujuan ekspor nontradisional, khususnya wilayah Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.
“Kami coba membuka pasar baru. Misalnya, Asia Selatan dengan populasi 2 miliar yang meliputi Pakistan, India, dan Bangladesh. Timur Tengah dengan populasi 500 juta jiwa, juga Afrika dengan populasi 1,4 miliar jiwa. Jadi, kita terus maksimalkan pasar tradisional dan kita garap pasar nontradisional,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.
Mengusung tema Sustainable Trade for Global Economic Resilience, TEI tahun ini akan dibuka pada 18 Oktober 2023.
Pameran tatap muka akan berlangsung pada 18—22 Oktober 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Sementara itu, pameran daring akan berlangsung pada 18 Oktobe—18 Desember 2023 dan diakses melalui http://www.tradexpoindonesia.com/.
(wdh)